Senin, 02 Desember 2019

Modul 4 : Project Demo


Modul 4 [PROJECT DEMO]

Sensor Parkir


1. Tujuan [Kembali]

Tujuan dari pembuatan alat ini adalah:
  • Merupakan tugas Praktikum Mikroprossesor dan Mikrokontroller
  • Membuat alat untuk mempermudah mobil saat parkir.

2. Alat dan Bahan [Kembali]

Alat dan bahan yang digunakan yaitu:
  • Arduino UNO
  • Sensor Ultrasonic HC-SRO4

  • Liquid Crystal Display 16X2



  • Potensiometer
Hasil gambar untuk potensiometer
  • LED
Hasil gambar untuk LED

3. Dasar Teori [Kembali]


  • Arduino UNO

Arduino adalah kit elektronik atau papan rangkaian elektronik open source yang didalamnya terdapat komponen utama yaitu sebuah chip mikrokontroler dengan jenis AVR dari perusahaan Atmel. Arduino yang kita gunakan dalam praktikum ini adalah Arduino Uno yang menggunakan chip AVR ATmega 328P. Dalam memprogram Arduino, kita bisa menggunakan komunikasi serial agar Arduino dapat berhubungan dengan komputer ataupun perangkat lain.
Adapun spesifikasi dari Arduino Uno ini adalah sebagai berikut :
Microcontroller                                    ATmega328P
Operating Voltage                               5 V
Input Voltage (recommended)            7 – 12 V
Input Voltage (limit)                             6 – 20 V
Digital I/O Pins                                    14 (of which 6 provide PWM output)
PWM Digital I/O Pins                          6
Analog Input Pins                                6
DC Current per I/O Pin                       20 mA
DC Current for 3.3V Pin                     50 mA
Flash Memory                                    32 KB of which 0.5 KB used by bootloader
SRAM                                                 2 KB
EEPROM                                            1 KB
Clock Speed                                       16 MHz

POWER USB
Digunakan untuk menghubungkan Papan Arduino dengan komputer lewat koneksi USB.

POWER JACK
Supply atau sumber listrik untuk Arduino dengan tipe Jack. Input DC 5 - 12 V.

Crystal Oscillator
Kristal ini digunakan sebagai layaknya detak jantung pada Arduino.
Jumlah cetak menunjukkan 16000 atau 16000 kHz, atau 16 MHz.

Reset
Digunakan untuk mengulang program Arduino dari awal atau Reset.

Digital Pins I / O
Papan Arduino UNO memiliki 14 Digital Pin. Berfungsi untuk memberikan nilai logika ( 0 atau 1 ). Pin berlabel " ~ " adalah pin-pin PWM ( Pulse Width Modulation ) yang dapat digunakan untuk menghasilkan PWM.

Analog PinsPapan Arduino UNO memiliki 6 pin analog A0 sampai A5. Digunakan untuk membaca sinyal atau sensor analog seperti sensor jarak, suhu dsb, dan mengubahnya menjadi nilai digital.

LED Power Indicator
Lampu ini akan menyala dan menandakan Papan Arduino mendapatkan supply listrik dengan baik.


  • Sensor Ultrasonic HC-SR04
Sensor ultrasonic adalah sensor yang mendeteksi sebuah objek menggunakan suara. Sensor ultrasonic terdiri dari sebuah transmitter (Pemancar) dan sebuah receiver (penerima). Transmitter berfungsi untuk memancarkan sebuah gelombang suara kearah depan. Jika ada sebuah objek didepan transmitter maka sinyal tersebut akan memantul kembali ke Receiver. Fungsi sensor ultrasonic adalah mendeteksi benda atau objek di hadapan sensor. Penerapannya banyak dipakai pada robot pemadam api dan robot obstacle lainnya. Salah satu sensor yang paling sering digunakan adalah sensor ultrasonic tipe HC SR04.


Fungsi Pin-pin HC-SR04


       1.      VCC = 5V Power Supply. Pin sumber tegangan positif sensor.
       2.      Trig = Trigger/Penyulut. Pin ini yang digunakan untuk membangkitkan sinyal ultrasonik.
       3.      Echo = Receive/Indikator. Pin ini yang digunakan untuk mendeteksi sinyal pantulan ultrasonik.
       4.      GND = Ground/0V Power Supply. Pin sumber tegangan negatif sensor.


HC-SR04 memiliki 2 komponen utama sebagai penyusunnya yaitu ultrasonic transmitter dan ultrasonic receiver. Fungsi dari ultrasonic transmitter adalah memancarkan gelombang ultrasonik dengan frekuensi 40 KHz kemudian ultrasonic receiver menangkap hasil pantulan gelombang ultrasonik yang mengenai suatu objek. Waktu tempuh gelombang ultrasonik dari pemancar hingga sampai ke penerima sebanding dengan 2 kali jarak antara sensor dan bidang pantul seperti yang diperlihatkan pada Gambar dibawah ini :
Cara Kerja Sensor HC SR04

Prinsip pengukuran jarak menggunakan sensor ultrasonik HC-SR04 adalah, ketika pulsa trigger diberikan pada sensor, transmitter akan mulai memancarkan gelombang  ultrasonik, pada saat yang sama sensor akan menghasilkan output TTL transisi naik menandakan sensor mulai menghitung waktu pengukuran, setelah receiver menerima  pantulan yang dihasilkan oleh suatu objek maka pengukuran waktu akan dihentikan dengan menghasilkan output TTL transisi turun. Jika waktu pengukuran adalah t dan kecepatan suara adalah 340 m/s, maka jarak antara sensor dengan objek dapat dihitung dengan menggunakan Persamaan dibawah ini :
Pemilihan HC-SR04 sebagai sensor jarak yang akan digunakan pada penelitian ini karena memiliki fitur sebagai berikut; kinerja yang stabil, pengukuran jarak yang akurat dengan ketelitian 0,3 cm, pengukuran maksimum dapat mencapai 4 meter dengan jarak minimum 2 cm, ukuran yang ringkas dan dapat beroperasi pada level tegangan TTL Prinsip pengoperasian sensor ultrasonik HC-SR04 adalah sebagai berikut ; awali dengan memberikan pulsa Low (0) ketika modul mulai dioperasikan, kemudian berikan pulsa High (1) pada trigger selama 10 μs sehingga modul mulai memancarkan 8 gelombang kotak dengan frekuensi 40 KHz, tunggu hingga transisi naik terjadi pada output dan mulai perhitungan waktu hingga transisi turun terjadi, setelah itu gunakan Persamaan 2.1 untuk mengukur jarak antara sensor dengan objek. Timing diagram pengoperasian sensor ultrasonik HC-SR04 diperlihatkan pada Gambar berikut :

  • LCD

     LCD atau Liquid Crystal Display adalah suatu jenis media display (tampilan) yang menggunakan kristal cair (liquid crystal) untuk menghasilkan gambar yang terlihat. Teknologi Liquid Crystal Display (LCD) atau Penampil Kristal Cair sudah banyak digunakan pada produk-produk seperti layar Laptop, layar Ponsel, layar Kalkulator, layar Jam Digital, layar Multimeter, Monitor Komputer, Televisi, layar Game portabel, layar Thermometer Digital dan produk-produk elektronik lainnya.

Struktur Dasar LCD (Liquid Crystal Display):

     LCD atau Liquid Crystal Display pada dasarnya terdiri dari dua bagian utama yaitu bagian Backlight (Lampu Latar Belakang) dan bagian Liquid Crystal (Kristal Cair). Seperti yang disebutkan sebelumnya, LCD tidak memancarkan pencahayaan apapun, LCD hanya merefleksikan dan mentransmisikan cahaya yang melewatinya. Oleh karena itu, LCD memerlukan Backlight atau Cahaya latar belakang untuk sumber cahayanya. Cahaya Backlight tersebut pada umumnya adalah berwarna putih. Sedangkan Kristal Cair (Liquid Crystal) sendiri adalah cairan organik yang berada diantara dua lembar kaca yang memiliki permukaan transparan yang konduktif.
Bagian-bagian LCD atau Liquid Crystal Display diantaranya adalah :
  • Lapisan Terpolarisasi 1 (Polarizing Film 1)
  • Elektroda Positif (Positive Electrode)
  • Lapisan Kristal Cair (Liquid Cristal Layer)
  • Elektroda Negatif (Negative Electrode)
  • Lapisan Terpolarisasi 2 (Polarizing film 2)
  • Backlight atau Cermin (Backlight or Mirror)
Dibawah ini adalah gambar struktur dasar sebuah LCD :

Gambar Penampang komponen penyusun LCD
Keterangan:
1. Film dengan polarizing filter vertical untuk memolarisasi cahaya yang masuk.
2. Glass substrate yang berisi kolom-kolom elektroda Indium tin oxide (ITO).
3. Twisted nematic liquid crystal (kristal cair dengan susunan terpilin).
4. Glass substrate yang berisi baris-baris elektroda Indium tin oxide (ITO).
5. Film dengan polarizing filter horizontal untuk memolarisasi cahaya yang masuk.
6. Reflektor cahaya untuk memantulkan cahaya yang masuk LCD kembali ke mata pengamat.
     Sebuah citra dibentuk dengan mengombinasikan kondisi nyala dan mati dari pixel-pixel yang menyusun layar sebuah LCD. Pada umumnya LCD yang dijual di pasaran sudah memiliki integrated circuit tersendiri sehingga para pemakai dapat mengontrol tampilan LCD dengan mudah dengan menggunakan mikrokontroler untuk mengirimkan data melalui pin-pin input yang sudah tersedia.



  • LED
Light Emitting Diode atau sering disingkat dengan LED adalah komponen elektronika yang dapat memancarkan  cahaya monokromatik ketika diberikan tegangan maju. LED merupakan keluarga Dioda yang terbuat dari bahan semikonduktor. Warna-warna Cahaya yang dipancarkan oleh LED tergantung pada jenis bahan semikonduktor yang dipergunakannya. LED juga dapat memancarkan sinar inframerah yang tidak tampak oleh mata seperti yang sering kita jumpai pada Remote Control TV ataupun Remote Control perangkat elektronik lainnya.
Bentuk dan Simbol LED (Light Emitting Diode)

Cara Kerja LED (Light Emitting Diode)

Seperti dikatakan sebelumnya, LED merupakan keluarga dari Dioda yang terbuat dari Semikonduktor. Cara kerjanya pun hampir sama dengan Dioda yang memiliki dua kutub yaitu kutub Positif (P) dan Kutub Negatif (N). LED hanya akan memancarkan cahaya apabila dialiri tegangan maju (bias forward) dari Anoda menuju ke Katoda.
LED terdiri dari sebuah chip semikonduktor yang di doping sehingga menciptakan junction P dan N. Yang dimaksud dengan proses doping dalam semikonduktor adalah proses untuk menambahkan ketidakmurnian (impurity) pada semikonduktor yang murni sehingga menghasilkan karakteristik kelistrikan yang diinginkan. Ketika LED dialiri tegangan maju atau bias forward yaitu dari Anoda (P) menuju ke Katoda (K), Kelebihan Elektron pada N-Type material akan berpindah ke wilayah yang kelebihan Hole (lubang) yaitu wilayah yang bermuatan positif (P-Type material). Saat Elektron berjumpa dengan Hole akan melepaskan photon dan memancarkan cahaya monokromatik (satu warna).Cara kerja LED (Light Emitting Diode)
LED atau Light Emitting Diode yang memancarkan cahaya ketika dialiri tegangan maju ini juga dapat digolongkan sebagai Transduser yang dapat mengubah Energi Listrik menjadi Energi Cahaya.
  • Potensiometer
Potensiometer (POT) adalah salah satu jenis Resistor yang Nilai Resistansinya dapat diatur sesuai dengan kebutuhan Rangkaian Elektronika ataupun kebutuhan pemakainya. Potensiometer merupakan Keluarga Resistor yang tergolong dalam Kategori Variable Resistor. Secara struktur, Potensiometer terdiri dari 3 kaki Terminal dengan sebuah shaft atau tuas yang berfungsi sebagai pengaturnya. Gambar dibawah ini menunjukan Struktur Internal Potensiometer beserta bentuk dan Simbolnya.
Simbol, Bentuk dan Fungsi Potensiometer

Pada dasarnya bagian-bagian penting dalam Komponen Potensiometer adalah :
  1. Penyapu atau disebut juga dengan Wiper
  2. Element Resistif
  3. Terminal

Prinsip Kerja (Cara Kerja) Potensiometer

Sebuah Potensiometer (POT) terdiri dari sebuah elemen resistif yang membentuk jalur (track) dengan terminal di kedua ujungnya. Sedangkan terminal lainnya (biasanya berada di tengah) adalah Penyapu (Wiper) yang dipergunakan untuk menentukan pergerakan pada jalur elemen resistif (Resistive). Pergerakan Penyapu (Wiper) pada Jalur Elemen Resistif inilah yang mengatur naik-turunnya Nilai Resistansi sebuah Potensiometer.
Elemen Resistif pada Potensiometer umumnya terbuat dari bahan campuran Metal (logam) dan Keramik ataupun Bahan Karbon (Carbon).
Berdasarkan Track (jalur) elemen resistif-nya, Potensiometer dapat digolongkan menjadi 2 jenis yaitu Potensiometer Linear (Linear Potentiometer) dan Potensiometer Logaritmik (Logarithmic Potentiometer).

4. Listing Program [Kembali]


//MASTER

#include<Wire.h>
#define SLAVE_ADDR 9
#define echoPin 44
#define trigPin 45
long duration, distance, ultraSensor;
int kr;
void setup() {
  // put your setup code here, to run once:

  pinMode (trigPin, OUTPUT);
  pinMode (echoPin, INPUT);
  Serial.begin(9600);
  Wire.begin();
}

void sensorUltrasonic (int pinTrigger, int pinEcho)
{
  digitalWrite (pinTrigger, LOW);
  delay(2);
  digitalWrite (pinTrigger, HIGH);
  delay(10);
  digitalWrite (pinTrigger, LOW);
  duration = pulseIn(pinEcho, HIGH);
  distance = (duration / 2) / 29.1;
  delay(100);
}
void loop() {
  // put your main code here, to run repeatedly:
 
  Serial.println (distance);
  Wire.beginTransmission(SLAVE_ADDR);
  Wire.write(distance);
  Wire.endTransmission();
  sensorUltrasonic (trigPin, echoPin);

  delay(50);



}
//SLAVE

#include<Wire.h>
#include<LiquidCrystal.h>
#define SLAVE_ADDR 9
LiquidCrystal lcd (0, 1, 2, 3, 4, 5);
byte pinBuzzer = 11;
byte pin [] = {8, 9, 12, 13};
int rd;
int br;
int jr;

void setup()    //Semua kode dalam fungsi ini dieksekusi sekali
{
  pinMode(8, OUTPUT);
  pinMode(9, OUTPUT);
  pinMode(10, OUTPUT);
  pinMode(11, OUTPUT);
  pinMode(12, OUTPUT);
  pinMode(13, OUTPUT);
  lcd.begin(16, 2);
  Wire.begin(SLAVE_ADDR);
  Wire.onReceive(receiveEvent);
  Serial.begin(9600);
}

void receiveEvent(int howMany)
{
  {
    rd = Wire.read();
    Serial.println(rd);
  }
}


void loop()                          //Semua program dalam fungsi ini dieksekusi berulang
{
  void receiveEvent();
  {
    while (0 < Wire.available())
    {
      rd = Wire.read();
    }
    br = rd;
    delay(50);
  }

  if ( br > 0 &&br < 10) {
    digitalWrite(8, LOW);
    digitalWrite(9, LOW);
    digitalWrite(12, LOW);
    digitalWrite(13, HIGH);
    digitalWrite(11, HIGH);
    lcd.clear();
    lcd.setCursor(0, 0);
    lcd.print("BAHAYA");
    lcd.setCursor(0, 1);
    lcd.print("JARAK <= 50 cm");
  }

  else if (br > 10 && br < 20) {
    digitalWrite(8, LOW);
    digitalWrite(9, LOW);
    digitalWrite(12, HIGH);
    digitalWrite(13, LOW);
    digitalWrite(11, LOW);
    lcd.clear();
    lcd.setCursor(0, 0);
    lcd.print("WASPADA");
    lcd.setCursor(0, 1);
    lcd.print("JARAK <100cm >50 cm");

  
  }
  else if (br > 30 && br < 40) {
    digitalWrite(9, HIGH);
    digitalWrite(8, LOW);
    digitalWrite(13, LOW);
    digitalWrite(12, LOW);
    digitalWrite(11, LOW);
    lcd.clear();
    lcd.setCursor(0, 0);
    lcd.print("hati-hati");
    lcd.setCursor(0, 1);
    lcd.print("JARAK <200 cm >100 cm");
   
  }
  else if (br > 40 && br < 50) {
    digitalWrite(9, LOW);
    digitalWrite(8, HIGH);
    digitalWrite(12, LOW);
    digitalWrite(13, LOW);
    digitalWrite(11, LOW);
    lcd.clear();
    lcd.setCursor(0, 0);
    lcd.print("AMAN");
    lcd.setCursor(0, 1);
    lcd.print("JARAK > 200cm");
    
  }

  else {
    
    digitalWrite(9, LOW);
    digitalWrite(8, LOW);
    digitalWrite(12, LOW);
    digitalWrite(13, LOW);
    digitalWrite(11, LOW);
  }
}

5. Flowchart [Kembali]


6. Foto Rangkaian Simulasi dan Alat [Kembali]


7. Video Rangkaian Simulasi dan Alat [Kembali]


8. Analisa [Kembali]


9. Link Download [Kembali]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar